Laman

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Desember 2009

PERAN GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

Pembelajaran efektif, bukan membuat Anda pusing, akan tetapi bagaimana tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan. - M. Sobry Sutikno -


Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Adapun menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan.


Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.


Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik.


• Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.

• Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.


Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya.


Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut:


1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.

Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.


2. Hadiah

Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.


3. Saingan/kompetisi

Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.


4. Pujian

Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.


5. Hukuman

Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.


6. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar

Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik.


7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik


8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok


9. Menggunakan metode yang bervariasi, dan


10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran


*Penulis adalah Direktur Eksekutif YNTP for research and Development Kabupaten Sumbawa Barat – NTB (Tode Dasan, Desa Dasan Anyar, Kecamatan Jereweh, KSB)

Minggu, 26 Juli 2009

KIAT MEMICU POTENSI ANAK

BANYAK cara yang dapat dilakukan Anda selaku orangtua untuk mengarahkan potensi (bakat) anak. Bahkan, mengembangkan potensi yang merupakan kecerdasan majemuk itu harus dianalisa sejak dini. Mengenai hal itu, Psikolog Ratnaningsih membenarkannya.


"Sebagai orangtua perlu menyadari dan mengenali potensi anak serta menstimulasi dan mengembangkannya," kata Ratna kepada okezone saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (15/5/2008).


Adapun cara untuk mengenali potensi anak, menurut Ratna, dapat diketahui melalui observasi perkembangan anak. Dalam langkah tersebut, akan diketahui apa yang menjadi interest-nya dan apa yang mudah dilakukan oleh mereka. Untuk melakukan hal tersebut, saran Ratna, sebaiknya dilakukan sejak awal.


"Kalau anak dari kemampuan verbal atau bahasanya bagus, maka bisa diarahkan dari awal. Langkah observasi tersebut lebih mudah dilakukan mulai saat anak mengenal bahasa. Karena melalui kemampuannya menyerap bahasa, dapat diketahui potensi tersebut," imbuh wanita yang selama 10 tahun telah menjadi ketua jurusan di Universitas Guna Dharma itu.


Selain itu, pada masa anak preschool juga sudah mulai dapat dikembangkan. "Pada masa sekolah ialah usia anak untuk diberikan kesempatan seluas-luasnya mencoba segala hal. Baik olah tubuh, balet maupun musik," jelas psikolog lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang melanjutkan program S2-nya di Universitas Indonesia (UI) itu.


Aspek tersebut, sambungnya, dapat mewakili multiple intelligent. Misalnya tentang kemampuan verbal dan natural (alam). Adapun cara untuk menstimulasinya dapat dilihat dari perkembangan anak. Karena itu, peran orantua sangat besar di sini.


"Peran orangtua sangat besar, karena orang yang paling intens mengarahkan anak pasti orangtua. Baik itu di dalam maupun luar rumah. Lalu, setelah itu stimulasi seoptimal mungkin," papar pembicara khusus untuk psikologi perkembangan itu.


Ternyata tak hanya potensi saja yang harus dimiliki. Mengetahui minat (interest) anak terhadap kemampuannya, akan mendukung mengembangkan bakat yang dimiliki.


"Mengarahkan bakat akan lebih mudah, nyaman dan optimal bila didukung oleh interest. Kalau kita sudah mengetahui bahwa anak telah memiliki potensi, maka sebisa mungkin cari cara untuk mengarahkan potensi tersebut," sarannya.


Masih menurutnya, perkembangan potensi anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Karena anak akan dengan cepat menirukan dan belajar dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Dengan demikian merupakan kewajiban para orangtua untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, tempat anak tumbuh dengan nyaman, sehingga dapat memancing keluar potensi dirinya, kecerdasan dan percaya diri.


Disamping itu, orangtua juga perlu memahami tahap perkembangan anak serta kebutuhan pengembangan potensi kecerdasan dari setiap tahap. Karena itu, diperlukan konsistensi dan ketelatenan orangtua untuk mengarahkan potensi anak.


"Peran orangtua terhadap anak berusia tujuh sampai delapan tahun sangat penting. Sementara bila dilihat dari proses potensi anak, maka sejak usia dini dari kecil sampai remaja tetap penting diperhatikan," ungkapnya.


Hanya saja, lanjut Ratna, pada usia remaja peranan orangtua tidak full memberi kendali. "Remaja punya argumen apakah dia berminat atau tidak terhadap sesuatu. Karena itu, perlu diberikan kebebasan yang bertanggungjawab," tukasnya.(nsa)

Rabu, 25 Maret 2009

10 SEBAB MENGAPA SISWA JENUH TERHADAP ANDA




































Siswa anda jenuh? mungkin ini penyebabnya :


1. Suara anda terlalu datar. 2. Raut wajah anda tanpa ekspresi 3. Sibuk berada dibelakang meja saat pembelajaran berlangsung. 4. Baru memulai pembelajaran langsung melakukan ceramah, dan tidak ada pemanasan seperti permainan atau hal yang membuat siswa terbuka pikirannya dan menjadi semangat. 5. Guru miskin gerak, lakukan gerakan bersama agar siswa anda menjadi fokus. 6. anak langsung bisa menguasai pembelajaran, tanpa mengedepankan unsur kolaborasi antar dalam pembelajaran. 7. Tidak punya prosedur rutin di kelas, peraturan serta konsekuensi. 8. Membiarkan virus ‘kemalasan’ menyebar. Saat anda mendiamkan siswa yang berbuat melanggar peraturan maka yang lain jadi malas melakukan hal yang baik saat anda berada di kelas. 9. Jarang senyum 10. Terlalu banyak humor dan tidak serius.

Kamis, 01 Januari 2009

PENGEMBANGAN SUASANA BELAJAR DI KELAS

Menciptakan suasana belajar yang nyaman dalam suatu kelas adalah tugas setiap anak di kelas tersebut. Suasana yang menyenangkan akan mempengaruhi proses berlangsungnya kegiatan belajar mengajar menjadi menyenangkan juga. Sehingga hasil dari belajar juga akan lebih memuaskan.Beberapa hal yang harus diusahakan agar suasana belajar di kelas terasa enak, diantaranya :

1. Kondisi kelasMeliputi : kebersihan, kelengkapan, sirkulasi, penerangan dsb.

2. KekompakanTiap siswa harus menyadari pentingnya menjaga situasi kelas. Misalnya bagaimana sikap bila guru menjelaskan, bertanya atau mengerjakan tugas.

3. Menarik simpati guruKemampuan menciptakan situasi agar guru merasa senang bila mengajar di kelas.

4. Menciptakan situasi dinamisKemauan dari siswa untuk memberi umpan balik kepada guru, sehingga ada hubungan yang dinamis dalam proses belajar mengajar. Bukan hanya guru yang berperan aktif.

Meskipun hanya 4 hal yang bisa dilakukan, tetapi pada kenyataannya, sulit dijalankan. Dalam satu kelas selalu saja ada siswa yang tidak memikirkan siswa lain, dan bersikap semaunya sendiri, serta tidak menyadari bahwa sikapnya tersebut bisa mengganggu bahkan merugikan orang lain, misalnya : suka menyela saat guru menjelaskan, suka mondar-mandir, suka berbicara sendiri. Namun apabila ada niat semua itu bisa dihilangkan atau dikurangi yaitu dengan cara menanamkan kesadaran pentingnya menjaga suasana belajar dikelas.



Sekolah telah memikirkan pentingnya istirahat, maka dalam satu hari belajar ada 2 kali masa istirahat. Saat itulah kesempatan bagi siswa untuk menghilangkan kelelahan belajar. Tetapi begitu tanda belajar dimulai, seluruh konsentrasi seharusnya mulai diarahkan ke proses belajar.Untuk memudahkan menciptakan suasana belajar, siswa bisa meminta bantuan kepada wali kelas atau Guru Pembimbing(BK). Terutama untuk masalah pembentukan kelompok kebersihan, tugas-tugas khusus, kelompok belajar, pengurus kelas, dsb.